Bahasa Indonesia
 
Oleh-oleh dari Jepang PDF Print E-mail
Oleh2 dari Jepang

 

Oleh-oleh dari Jepang

By. Ferry Kurniawan, Mahasiswa KWJ 2007

 Pada tanggal 23 Oktober 2008 hingga 3 Desember 2008 kami (saya dan mbak Nana) berkesempatan untuk mencicipi nikmatnya belajar di Jepang, di Japan Foundation Language Centre Kansai (JFLCK) tepatnya,  berkat program beasiswa kerjasama antara Kajian Wilayah Jepang Universitas Indonesia dengan Osaka Gas Foundation of International Cultural Exchange (OGFICE). Selama mengikuti program ini, biaya pendidikan serta biaya hidup, bahkan kami pun menerima uang saku selama kami berada di Jepang benar-benar ditanggung, termasuk juga biaya pesawat pergi-pulang Jakarta-Osaka.

Program yang diikuti oleh 12 orang dari 2 negara, yaitu Indonesia dan India (10 orang lainnya merupakan penerima beasiswa Japan Foundation) ini  membantu kami untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Jepang dan pemahaman kami mengenai kebudayaan serta masyarakat Jepang melalui pengalaman secara langsung yang sangat menyenangkan.

            Selama mengikuti program ini, kami memperoleh pengalaman mengenai beberapa kebudayaan Jepang, diantaranya kami berlatih cara bermain Taiko (Drum Jepang), Shodo (Kaligrafi Jepang), dan sebagainya. Selain itu, kami juga sering kali berinteraksi dengan orang-orang Jepang dari berbagai daerah dan usia.

            Selama mengikuti program ini, kami sering bepergian ke beberapa tempat di Jepang, diantaranya ke Hiroshima, Kyoto, Tokyo, dan lainnya. Tugas kami selama berada di daerah-daerah tersebut adalah mengamati hal-hal baru mengenai masyarakat maupun lingkungan Jepang yang tidak pernah kami ketahui sebelumnya. Kemudian, hasil pengamatan tersebut kami bawa ke kelas untuk didiskusikan. Satu hal yang sangat menyenangkan mengenai tugas tersebut adalah tugas tadi dikemas dalam bentuk jalan-jalan, jadi sama sekali tidak terasa kalau kami sebenarnya sedang belajar.

Ada juga program homestay selama dua hari, lumayan untuk lebih mengenal kehidupan keluarga Jepang, juga program berinteraksi dengan anak-anak SMP lokal di dekat tempat kami tinggal dan mahasiswa dari Universitas Ritsumeikan di Kyoto. Di kedua tempat ini selain saling bertukar informasi mengenai kebudayaan negara masing-masing, saya juga mendapat tugas untuk berpidato. Tema pidato yang saya presentasikan saat itu adalah mengenai kota asal saya, Bandung.

Pada hari-hari terakhir kami di Jepang, kami sempat mengunjungi Tokyo selama 3 hari. Selama di Tokyo, selain mengunjungi beberapa tempat seperti Panasonic Tokyo, Mega Web, kami juga mendapatkan satu hari bebas. Pada hari ini kami dibebaskan untuk mengunjungi tempat-tempat yang ingin kami datangi di Tokyo. Saya sendiri selama satu hari itu berkeliling di Shibuya, Akihabara, Shinjuku, Ginza, dan sekitarnya.

Pada hari terakhir menjelang hari wisuda, di tempat kami belajar diadakan Matsuri (festival), dimana setiap peserta di minta untuk memperkanalkan kebudayaan negara masing-masing. Pada hari ini pun kami menjalankan tugas terakhir kami sebagai peserta program, yaitu mempresentasikan hasil wawancara kami dengan orang-orang Jepang. Topik kelompok saya adalah Wakamono to Keitai Denwa (Anak Muda dan Handphone). Sedikit deg-degan karena harus dipresentasikan di depan umum dan ada sesi Tanya jawab pula, namun akhirnya berakhir dengan sukses.

Hari terakhir sebelum kemali ke Indonesia diadakan pesta perpisahan sekaligus acara wisuda kelulusan kami. Orang-orang yang telah membantu, dan berinteraksi dengan kami  selama kami mengikuti program ini pun turut hadir.

Pokoknya program ini telah meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi saya. Namun sangat disayangkan program ini pun memiliki kekurangan, yaitu kurang lama.

 

http://kwj-ui.com/images/foto2.jpghttp://kwj-ui.com/images/foto3.jpg

 

 

Kesan tentang program beasiswa OGFICE

Oleh : Rina Kristiana, Mahasiswa KWJ 2006

 Bisa mendapatkan beasiswa belajar di Jepang merupakan impian saya sejak saya mulai belajar bahasa Jepang di universitas. Namun, kesempatan tersebut tidak kunjung datang, hingga saya memperoleh gelar sarjana jurusan sastra Jepang. Ketika saya melanjutkan pendidikan di jenjang magister, saya mencoba untuk kembali mendapatkan beasiswa tersebut. Akhirnya kesempatan tersebut datang melalui program beasiswa Osaka Gas Foundation. Tidak menyangka tepatnya, karena saya harus bersaing dengan teman-teman saya yang relatif lebih muda dari saya. Program tersebut adalah program kerjasama antara Osaka Gas Foundation dengan Kajian Wilayah Jepang Universitas Indonesia, melalui Japan Foundation.

Tujuan program tersebut antara lain : menggunakan bahasa Jepang dengan efektif; mendapat pengalaman dan memahami Jepang; serta mencari strategi yang berguna untuk mempelajari bahasa Jepang. Kegiatan utama dalam program tersebut antara lain : belajar segala sesuatu tentang Jepang melalui pelajaran nihon rikai, speech dan interview; pertukaran budaya (exchange meeting), study trip, pengenalan budaya Jepang, dan diakhiri dengan presentasi dan festival budaya.

Program tersebut bagi saya sangat bermanfaat, terutama dalam pelajaran interview, dimana kita mempelajari bagaimana melakukan interview kepada orang Jepang, mulai dari persiapan, penentuan daftar pertanyaan, dan pelaksanaan; serta mempelajari gesture orang Jepang dalam menjawab pertanyaan yang diajukan. Oleh karena penelitian yang saya lakukan memerlukan adanya interview, saya melakukannya berdasarkan apa yang telah saya pelajari selama di Jepang. Sehingga kesulitan yang saya hadapi pada waktu melakukan penelitian sedikit teratasi.

Selain itu, melalui program tersebut, untuk pertama kalinya saya berhasil mendapatkan kepercayaan diri untuk berpidato dan melakukan presentasi di depan  masyarakat Jepang. Melihat antusias mereka dalam memberikan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan tema yang saya bicarakan, menunjukkan bahwa mereka mengerti dengan apa yang saya bicarakan, meskipun saya merasa bahasa Jepang saya tidak begitu baik. Saya juga mendapat kesempatan untuk dapat menyalurkan hobi yang sudah lama saya tinggalkan, yaitu membawakan tarian tradisional di depan masyarakat Jepang.

            Program beasiswa OGFICE merupakan salah satu bentuk dari CSR yang dilakukan oleh Osaka Gas terhadap Indonesia. Bisa mendapatkan kesempatan tersebut merupakan sesuatu yang sangat membanggakan. Saya berharap kerjasama Osaka Gas dengan KWJ-UI akan berlangsung lama, sehingga akan semakin banyak mahasiswa yang mendapat kesempatan untuk dapat lebih mengenal Jepang. Saya sangat berterima kasih kepada pihak KWJ-UI dan OGFICE yang telah memberikan kesempatan tersebut kepada saya. Ilmu yang saya dapatkan melalui program tersebut akan sangat bermanfaat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Last Updated ( Thursday, 18 June 2009 )
 
 
Info Beasiswa